BRMP Jakarta Lakukan Roguing Fase Vegetatif pada Produksi Benih Inpari 33
Jakarta -- (10 /06/2026), Tim BRMP Jakarta bersama petani dari Kelompok Tani Bangkit Bersama melaksanakan kegiatan roguing pada fase vegetatif tanaman padi berumur 30 hari setelah tanam (HST). Kegiatan ini dilakukan di lahan penangkaran benih milik Kelompok Tani Bangkit Bersama seluas sekitar 1,2 hektare yang ditanami varietas padi Inpari 33.
Roguing merupakan salah satu tahapan penting dalam produksi benih untuk menjaga kemurnian varietas dari campuran tanaman lain yang tidak sesuai. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen melalui pengendalian gulma serta organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berpotensi menurunkan produktivitas.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya beberapa anakan padi dengan warna kaki tanaman berwarna merah yang tidak sesuai dengan deskripsi varietas Inpari 33 yang memiliki batang berwarna hijau. Tanaman yang tergolong off-type tersebut segera dicabut dan dikeluarkan dari areal pertanaman guna menjaga kemurnian genetik benih.
Selain melakukan seleksi terhadap tanaman off-type, tim juga melakukan pengendalian gulma yang tumbuh di lahan. Gulma daun sempit yang ditemukan antara lain jajagoan (Echinochloa crus-galli), sedangkan gulma daun lebar yang dijumpai meliputi gonda (Sphenoclea zeylanica), kiapu (Pistia stratiotes), mata lele (Lemna minor), dan bayam air (Ipomoea aquatica).
Pengendalian OPT dilakukan dengan memusnahkan telur hama, seperti telur keong dan serangga lainnya, serta mengendalikan ulat yang ditemukan di lapangan. Melalui kegiatan roguing dan pengendalian OPT secara rutin, diharapkan produksi benih Inpari 33 dapat memenuhi standar mutu benih yang dipersyaratkan serta menghasilkan benih unggul yang berkualitas tinggi.